Semasa aku masih kecil, aku hidup dilingkungan desa terpencil. Desaku subur nan hijau. Didesaku aku bebas bergerak untuk mengamati semua kehidupan alam. Kampungku hijau, desaku hijau, sawahku juga hijau. Suara belalang, kodok, tokek, burung hantu .... sampai gemericik air yg jatuh dari dedaunan, semua lengkap dapat aku rasakan. Ada satu suara yg masih misterius bagiku hingga saat ini. Yaitu suara belalang yg nyaring dimalam hari. Aku yakin bahwa itu suara belalang dikebun. Tetapi ibuku (dan orang - orang tua yg lain) selalu mengatakan bahwa itu suara "angkup gori". Gori (jw= nangka muda) memiliki angkup (Jw = pelepah buah? ) jika kena angin akan berbunyi. Berkali-kali aku selalu mengintip pohon nangka dikebun. dan setiap aku mendekati pohon itu selalu suara itu berhenti. Aku gagal menemukan bukti.
Dulu hanya ada satu jalan untuk access ke desaku. Waktu itu access kedesa beralaskan batu. Disamping desaku mengalir bening air dari Gunung Merapi. Air mengalir didasar sungai yg berkedalaman 15 - 20 meter. Takbosan-bosannya aku mandi disungai meskipun hanya ditemani pasir dan batu-batu.
Mari kita main kesana dan rasakan kedamaian desaku. Kunjungilah alamat ini (silahkan klik atau di-copy-paste-kan di browser):
http://www.wikimapia.org/#lat=-7.642453&lon=110.379928&z=18&l=0&m=a&v=2Ya...disitulah dulu aku dan keluargaku tinggal.
Dan aku akan selalu merindukan desaku.
Ketemu saya di YM
