Site ini punya Daljono

Daljono's posts with tag: wisata

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag wisata
Blog EntryWisata ke Bandung SelatanApr 28, '08 5:41 AM
for everyone

Wisata Bandung

         Senin 21 April 2008 jam 13:00 WIB aku punya acara di Bandung.  Karena acara tersebut hari Senin siang, maka aku putuskan untuk mengikuti acara wisata Bandung sebelum acara Senin siang dimulai.  Perjalanan dari Bandung ke daerah Ciwidey Bandung selatan, kami tempuh dengan Bus. Tujuan kami adalah Kawah Putih.  Perjalanan terasa menarik, ketika bus sudah mulai merayap naik.  Sementara bus berjalan pelan, karena jalan sempit dan menanjak, aku menikmati pemandangan kanan kiri jalan.  Untung saja pagi itu cuaca cerah sehingga kami bisa memandang dengan jelas hamparan sawah yang luas, dan tampak dengan jelas lekuk-lekuk pematang sawah.  Saya dapat memandang dengan jelas ayunan lembar daun pisang, hijaunya bukit, derasnya arus air sungai, dan kami bisa memandang dengan jelas jembatan tua yang melintas di atas sungai.  Sungguh merupakan pemandangan alam yang indah dan terasa nyaman… dan tentram. 

         Dalam perjalanan menuju Kawah putih aku mendengarkan penjelasan dari Pemandu Wisata (mbak Uut panggilannya, dari Duta Tour).  Kawah Putih adalah sebuah kawah Gunung Patuha (ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut) yang berada di Bandung selatan.  Dinamai Kawah Putih, karena di kawah tersebut terdapat pasir, dan semua pasir tersebut berwarna putih.  Konon, gunung tersebut oleh masyarakat dianggap gunung yang sangat angker. Orang takut untuk menjelajah daerah tersebut.  Menurut masyarakat sekitar, saat itu karena sangat angker, sampai tidak ada binatang yang tinggal di sana, bahkan ada burung yang terbang di atas kawah tersebut langsung mati. 

        Mitos tersebut mulai berubah ketika seorang peneliti (ahli Botani) dari Belanda Dr. Franz Wilhelm Junghuh (1809-1864) menemukan daerah itu pada th 1837.  Ahli tersebut tidak langsung mempercayai mitos yang ada. Ia melakukan penjelajahan dan penelitian di Gunung Patuha tersebut.  Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kawah tersebut menghasilkan belerang. 

        Bus harus parkir di area parkir dekat pintu gerbang obyek wisata.  Perjalanan menuju kawah dilanjutkan dengan naik angkutan yang disediakan oleh pengelola obyek wisata.  Deru mobil terasa meraung-raung, mengeluarkan semua tenaga yang dimiliki.  Jalannya terjal dan sempit.  Untuk berpapasan dengan kendaraan lain, harus ada yang mengalah untuk berhenti sejenak. Pepohonan kanan kiri jalan sangat rindang, semua tampak hijau segar. 

        Begitu turun dari mobil, aku langsung menuruni jalan setapak menuju kawah.  Kawah itu tampak seperti danau yang airnya berwarna hijau agak putih.  Di tepian danau terdapat pasir dan kerikil yang semua berwarna putih.  Di tengah danau (kawah) terdapat pulau kecil yang terbentuk dari pasir putih.  Di seberang kawah terdapat dinding kawah yang terjal. 

         Setelah puas memandang dan menikmati indahnya Kawah Putih, kami meneruskan perjalanan ke Danau “Situ Patengan” yang jaraknya tidak jauh dari Kawah Putih.  Selama perjalanan tersebut, mbak Uut kembali menceritakan legenda tentang danau Situ Patengan.  Situ Patengan berasal dari bahasa Sunda, “Pateangan-teangan” yang artinya saling mencari.  Mbak Uut menceritakan kisah sepasang remaja yang sedang jatuh cinta. Pasangan tersebut bernama Ki Santang dan Dewi Rengganis. Pasangan tersebut telah berpisah lama dan saling mencari. Setelah lama mencari mereka bertemu di sebuah batu besar daerah tersebut.  Kini batu itu diberi nama batu cinta oleh masyarakat.  Dewi Rengganis kemudian meminta untuk dibuatkan danau dan perahu layar.  Perahu layer tersebut kini menjadi pulau, dan oleh masyarakat dinamai pulau Asmara.  Dari atas pulau itu bentuknya bentuk hati (love).  

         Mendengar cerita mbak Uut yang disampaikan di dalam Bus, saya teringat akan iklan di TV.  Iklan yang menyatakan “…… belum tua belum boleh bicara…..”  Settingnya sama dengan kondisi saat perjalanan ini.  Dia berbicara menghadap penumpang.  Cuma bedanya, di bus ini semua orang tua muda boleh bicara. Ya….. tepat…. Semua boleh bicara…. Maka suaranya ramai. Terutama ketika Danau yang indah itu sudah tampak dari bus.  Meskipun saat itu agak mendung (sedikit gelap dan hujan rintik - rintik), namun ketika Bus parkir semua penumpang berhamburan keluar menuju tepian danau Situ Patengan.  Danau ini memang indah, sejuk, dan nyaman.  Rasanya cocok untuk duduk lama – lama di tepian danau ini.  Setelah aku duduk - duduk di bawah pohon cemara, udara kembali cerah.  Kini danau itu tampak lebih indah lagi.  Aku amati satu persatu perahu yang melaju menuju Pulau Asmara.  Aku amati bukit – bukit di seberang danau.  Ada beberapa bukit yang diselimuti kabut putih.  Aku segera pindah tempat agar mendapatkan sudut pandang yang berbeda.  Dari berbagai sudut pandang, danau ini semuanya tampak indah.  Aku duduk menikmati indahnya danau sambil menikmati lezat-nya minuman Bandrek.  Sambil keluar  dari taman, aku perhatikan deretan penjaja oleh-oleh.  Akupun memutuskan oleh-oleh foto buah ini agar awet.

        Setelah puas menikmati indahnya danau, kami pulang menuju hotel.  Esoknya (hari Senin pagi) aku jalan – jalan ke stasiun Kereta Api.  Kebetulan hotel berada di sekitar stasiun.  Aku sempatkan untuk melihat Lokomotif baik yang ada di depan stasiun maupun yang ada di dalam stasiun.  Kebetulan saat itu bukan saat jam sibuk kedatangan maupun keberangkatan kereta.  Kesempatan itu aku pergunakan untuk ambil gambar sana sini, baik diruang tunggu, di jalur rel maupun di halaman parkir depan dan belakang.  Foto Loko berikut ini, Aku foto  yang ada di luar stasiun. 

        Aku juga menyempatkan diri untuk mampir di Pasar Baru. Kali ini aku di Pasar Baru masih pagi sekali, jadi agak sepi belum begitu berjubel.  Dimana – mana yang namanya pasar (apa ini ciri khas pasar kita ya?), para pedagangnya sampai tumpah ke luar pasar. (dj)


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help